Paramore – Ignorance

•Februari 6, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

If I’m a bad person, you don’t like me
Well, I guess I’ll make my own way
It’s a circle, a mean cycle
I can’t excite you anymore

Where’s your gavel? Your jury?
What’s my offense this time?
You’re not a judge but if you’re gonna judge me
Well, sentence me to another life

Don’t wanna hear your sad songs
I don’t wanna feel your pain
When you swear it’s all my fault
‘Cause you know we’re not the same
No, we’re not the same, oh, we’re not the same

We’re the friends who stuck together
We wrote our names in blood
But I guess you can’t accept that the change is good
It’s good, it’s good

Well, you treat me just like another stranger
Well, it’s nice to meet you, sir
I guess I’ll go, I best be on my way out

You treat me just like another stranger
Well, it’s nice to meet you, sir
I guess I’ll go, I best be on my way out

Ignorance is your new best friend
Ignorance is your new best friend

This is the best thing that could’ve happened
Any longer and I wouldn’t have made it
It’s not a war, no, it’s not a rapture
I’m just a person but you can’t take it

The same tricks that, that once fooled me
They won’t get you anywhere
I’m not the same kid from your memory
Well, now I can fend for myself

Don’t wanna hear your sad songs
I don’t wanna feel your pain
When you swear it’s all my fault
‘Cause you know we’re not the same
No, we’re not the same, oh, we’re not the same

Yeah, we used to stick together
We wrote our names in blood
But I guess you can’t accept that the change is good
It’s good, it’s good

Well, you treat me just like another stranger
Well, it’s nice to meet you, sir
Well, I guess I’ll go, I best be on my way out

You treat me just like another stranger
Well, it’s nice to meet you, sir
Well, I guess I’ll go, I best be on my way out

Ignorance is your new best friend
Ignorance is your new best friend
Ignorance is your new best friend
Ignorance is your new best friend

Well, you treat me just like another stranger
Well, it’s nice to meet you, sir
Well, I guess I’ll go, I best be on my way out

You treat me just like another stranger
Well, it’s nice to meet you, sir
I guess I’ll go, I best be on my way out

Paramore – Playing God

•Februari 3, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Can’t make my own decisions or make any with precision
Well, maybe you should tie me up so I don’t go where you don’t want me
You say that I’ve been changing, that I’m not just simply aging
Yeah, how could that be logical?
Just keep on cramming ideas down my throat

Wo-o-o-ho-oh

You don’t have to believe me
But the way I, way I see it
Next time you point a finger
I might have to bend it back
Or break it, break it off
Next time you point a finger… I’ll point you to the mirror

If God’s the game that you’re playing
Well, we must get more acquainted
Because it has to be so lonely… to be the only one who’s holy
It’s just my humble opinion, but it’s one that I believe in
You don’t deserve a point of view, if the only thing you see is you

Wo-o-o-ho-oh

You don’t have to believe me
But the way I, way I see it
Next time you point a finger
I might have to bend it back
Or break it, break it off
Next time you point a finger… I’ll point you to the mirror

This is the last second chance
(I’ll point you to the mirror)
I’m half as good as it gets
(I’ll point you to the mirror)
I’m on both sides of the fence
(I’ll point you to the mirror)
Without a hint of regret… I’ll hold you to it

I know you don’t believe me
But the way I, way I see it
Next time you point a finger
I might have to bend it back
Or break it, break it off
Next time you point a finger… I’ll point you to the mirror

I know you won’t believe me
But the way I, way I see it
Next time you point a finger
I might have to bend it back
Or break it, break it off
Next time you point a finger… I’ll point you to the mirror

Ayo Mengarang Bebas… *UAS gak ngapalin mode:ON

•Januari 30, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Hari ini UAS pertama untuk semester 3, satu semester sebelum ngambil TA. Karena banyak tugas yang dikerjakan mendadak, ada rasa males yang memang benar bawaan orok. Hehehe…

Tanpa ada catatan, apa lagi buku yang terkait mata kuliah ini. *karena dosennya juga emang jarang masuk sih, banyak ke luar kota. Langsung cabut ke kampus aja deh, masalah ngisi soal gimana nanti aja. *Klo anak kuliahan/sekolahan biasa menyebutnya mengarang bebas.

Mudah-mudahan UAS hari ini dimudahkan dan diberikan ilham sehingga dilancarkan dalam semuanya. *Amiin ya Alloh… Selain itu, teman-teman tolong bantu aku ya untuk menyelesaikan soal-soalnya nanti. Hehe..

Kalian nanti yang akan jadi pilar kesuksesanku, terima kasih sebelumnya untuk photo-copy modul yang nanti akan aku pinjam. Kalian adalah sahabat terbaikku. *InsyaAlloh akan selamanya begitu. Untuk itu, mari kita sama-sama mengarang bebas sahabatku. Semoga semuanya lulus dari mata kuliah ini. ;)

Posting Pertama Di 2010

•Januari 30, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Fiuuh… akhirnya bisa ngotak-ngatik blog lagi. Setelah sekian lama ga posting apa-apa di sini, ternyata sekarang sudah nambah lagi fitur-fitur blognya. Finally, jadi pengen ngetik lagi nih.

Ketika buka blog yang sudah buhun ini, asalanya sih cuma pengen liat aja karena dah lama ga buka-buka gitu.. Eh, ternyata malah jadi kesenangan ngoprek nih.. *padahal harus ngerjain tugas project juga untuk uas besok hari..

Tapi lumayan lah sekedar refresh fikiran ngetik dan ubah tampilan blog dulu sebelum dipusingkan dengan .Net dan kawan-kawannya. Hehe…

Sekian dulu ah hari ini, klo udah slese project-nya lanjut lagi ah.. Jadi seneng nge-blog lagi nih… ;)
Now is time to work, lets do it! Bismillah, Ganbatte!!

Mukjizat Adzan

•Maret 6, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Seorang MuadzinKematian itu pasti menjelma. Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui.. Coba kita amati. Mengapa kebanyakan orang yang nazak, hampir ajal tidak dapat berkata apa-apa…. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan ’sakaratul maut’.

Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: ‘Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya. ‘Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang.

Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati azan. Banyak fadhilatnya. Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri. Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri? Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak .

Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah ‘Lailahaillallah..’ yang mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah dgn izinNya menjanjikan syurga untuk mereka.

Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut.

‘Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah ‘Lailahaillallah..’ semasa sakaratul maut menghampiri kami.
Amin..amin..amin Yarobbal a’lamin..’

WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada SAIDINA ALI R.A.;
Wahai Ali, bagi orang ‘ALIM itu ada 3 tanda2nya:
1) Jujur dalam berkata-kata.
2) Menjauhi segala yg haram.
3) Merendahkan diri.

Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada 3 tanda2nya:
1) Merahsiakan ibadahnya.
2) Merahsiakan sedekahnya.
3) Merahsiakan ujian yg menimpanya.

Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3 tanda2nya:
1) Takut berlaku dusta dan keji.
2) Menjauhi kejahatan.
3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.

Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda2nya:
1) Mengawasi dirinya.
2) Menghisab dirinya.
3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s.w.t.

Wang $50 kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak derma masjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket.
45 menit terasa terlalu lama untuk berzikir tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan bola sepak.
Semua insan ingin memasuki syurga tetapi tidak ramai yang berfikir dan berbicara tentang bagaimana untuk memasukinya .

1 Tamparan Untuk 3 Pertanyaan

•Februari 17, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Takdir & BerfikirlahTakdir & BerfikirlahAda seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, Kembali ke tanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk di carikan seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.

Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.

Pemuda : Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda : Anda yakin?,,, Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:
1. Kalau memang ALLAH itu ada,tunjukan wujud ALLAH kepada saya
2. Apakah yang dinamakan takdir
3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama.

Apakah ALLAH tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.
Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
Kiyai : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?
Pemuda : Ya!
Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!
Pemuda : Saya tidak bisa.
Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama… kita semua merasakan kewujudan ALLAH tanpa mampu melihat wujudnya.
Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Itulah yang dinamakan ” TAKDIR “.
Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.
Kiyai : Walaupun setan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika ALLAH menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk setan.

Mengapa kita wajib membaca AlQuran meskipun kita tidak mengerti artinya?

•Februari 17, 2009 • 1 Komentar

Al Quranul Karim

Al Quranul Karim

Why do we read Quraan, even if we can’t understand a single Arabic word?
Mengapa kita membaca AlQuran meskipun kita tidak mengerti satupun artinya ?

This is a beautiful story :

Ini suatu cerita yang indah :

An old American Muslim lived on a farm in the mount ai ns of eastern Kentucky with his young grandson. Each morning Grandpa wakeup early sitting at the kitchen table reading his Quran..
Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di meja makan di dapurnya.

His grandson wanted to be just like him and tried to imitate him in every way he could. One day the grandson asked, “Grandpa! I try to read the Qur ‘ an just like you but I don ‘ t understand it, and what I do understand I forget as soon as I close the book. What good does reading the Qur ‘ an do?”
Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya bertanya, ” Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur ‘ An seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur ‘ An?

The Grandfather quietly turned from putting coal in the stove and replied, “Take this coal basket down to the river and bring me back a basket of water.”
Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di tungku pemanas sambil berkata , ” Bawa keranjang batubara ini ke sung ai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”

The boy did as he was told, but all the water leaked out before he got back to the house.
Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

The grandfather laughed and s ai d, “You ‘ ll have to move a little faster next time,” and sent him back to the river with the basket to try ag ai n. This time the boy ran faster, but ag ai n the bas ket was empty before he returned home.
Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.

Out of breath, he told his grandfather that it was impossible to carry water in a basket, and he went to get a bucket instead.
The old man s ai d, “I don ‘ t want a bucket of water; I want a basket of water.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa ai r dari sung ai dengan keranjang yang sudah bolong , maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.
Sang kakek berkata, ” Aku tidak mau satu ember air ; aku hanya mau satu keranjang air.

You ‘ re just not trying hard enough,” and he went out the door to watch the boy try ag ai n. At this point, the boy knew it was impossible, but he wanted to show his grandfather that even if he ran as fast as he could, the water would Leak out before he got back to the house.
Ayolah, usaha kamu kurang cukup,” maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia samp ai ke rumah.

The boy ag ai n dipped the basket into river and ran hard, but when he reached his grandfather the basket was ag ai n empty. Out of breathe, he s ai d, “See Grandpa, it ‘ s useless!” “So you think it is useless?”
Sekali lagi sang cucu mengambil ai r ke dalam sung ai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia samp ai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, ” Lihat Kek, percuma!” ” Jadi kamu pikir percuma?”

The old man s ai d, “Look at the basket.” The boy looked at the basket and for the first time realized that the basket was different. It had been transformed from a dirty old coal basket and was now clean, inside and out.
Kakek berkata, ” Lihatlah keranjangnya. ” Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. “

“Son, that ‘ s what happens when you read the Qur ‘ an. You mi ght not understand or remember everything, but when you read it, you will be changed, inside and out. That is the work of Allah in our lives.
“Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur ‘ An. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membacanya lagi, kamu akan berubah, didalam dan diluar dirimu .

“If you feel this em ai l is worth reading, please forward to your contacts/friends. Prophet Muhammad ( p.b.u.h) says: “The one who guides to good will be rewarded equally”
Jika kamu merasa email ini patut dibaca, maka lanjutkanlah ke teman-temanmu. Seperti sabda Nabi Muhammad( SAW) :
“Bagi siapa saja yang membawa kebaikan maka akan mendapat ganjaran yang sama “

Subahannallah……..

Dreams of you

•November 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar
Dreams of you

Dreams of you

Menurut Wikipedia, mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra-indra lain dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).

Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Perkecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan terkadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.

Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi.

Mimpi itu bisa jadi kenyataan ga ya? Soalnya beberapa hari ini jadi sering mimpiin seseorang, terus mimpinya to be continued gitu deh. (Kaya sinetron aja ada episodenya). Banyak orang bilang mimpi itu bisa jadi suatu pertanda. Mungkinkah itu terjadi?

Ga tau juga sih itu bisa terjadi ato engga, meskipun sebenernya ngarep jadi kenyataan juga deng. Hehehee… Tapi, jadi inget yang Arai (Salah satu tokoh dalam novel “Sang Pemimpi“ dan “Edensor” karya Andrea Hirata), “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu“. Semoga Tuhan dapat mengabulkan dan membewa mimpi ini ke dalam kenyataan. Amin…

See you in my next dreams and hope you dreams about me too. :) (Ngarep bangeut…!!!)

Aby – Tuhan Kirim Kamu

•Oktober 9, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

 

Rainbow road

Rainbow road

Tuhan kirim kau ke sini
Untuk kucintai
Untuk menemani hidupku

Tuhan beri kau untukku
Bintang yg kucari
Yang tlah hilang oleh waktu

Saat hidup tak menentu
Tak tentu arah tujuan
Kau datang
Kau tunjukkan aku

Saat harapan memudar
Anganku pun mulai hilang
Kau tetap saja mbakar hatiku

Waktu fantasiku telah mati
Kau paksaku terus bermimpi

Tuhan kirim kau ke sini
Untuk kucintai
Untuk menemani hidupku

Tuhan beri kau untukku
Bintang yg kucari
Yang tlah hilang oleh waktu

Waktu semangatku tlah thenti
Kau paksaku tuk terus berlari

Tuhan kirim kau ke sini
Untuk kucintai
Untuk menemani hidupku

Tuhan beri kau untukku
Bintang yg kucari
Yang tlah hilang oleh waktu

Tuhan beri kau untukku
Bintang yg kucari

D’ Masiv – Tak Bisa Hidup Tanpamu

•Juli 10, 2008 • & Komentar

D\' Masiv

D' Masiv

Telah habis kata terangkai
Untuk membuatmu kembali mengingat
Semua apapun janjimu

Aku mohon dengan sangat kepadamu
Waktu bersama denganmu
Tak sebanding dengan
Hancur hatiku begitu
Membekas di hidupku

Aku mohon dengan sangat
Kepadamu…

Kembalilah…wahai sayangku
Hanya itu yang membuat aku tenang
Kembalilah…kembali padaku
Aku takkan pernah bisa hidup
Tanpamu…